Selasa, 08 Juni 2010

reseep kue cinta


BAHAN:
1 pria sehat, 1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.

BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telepon-teleponan,
Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.

TIPS:
Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.

* Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan
*sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.

* Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
* Gunakan Kasih sayang cap “IMAN, HARAP & KASIH” yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.


CARA MEMASAK:

* Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
* Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
* Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta, merata sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta.

* Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan semua bumbu di atas.


Kue siap dinikmati!


Catatan: Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek “Tempat Ibadah” di atas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.

Selamat mencoba, dijamin semuanya halal !!!

Jumat, 16 April 2010

Cobba dibaca ya !!!

Ada dua orang pengembara yang berjalan di tengah gurun pasir. Mulanya, mereka berjalan dengan tenang dan santai. Namun, cahaya matahari yang terlalu terik membuat mereka harus membungkuk supaya tidak merasakan panas. Selain cahaya matahari yang terik, angin berhembus kencang membuat pasir-pasir berterbangan dan mengganggu pandangan mereka.

Dengan sangat sulit mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka. Tiba-tiba….ada badai datang! Angin semakin kencang dan pasir-pasir semua berterbangan, membungkus dan menenggelamkan kedua pengembara itu dalam lautan pasir. Botol minum mereka terbuka dan airnya habis. Kedua pengembara yang tenggelam dalam pasir ini merasakan ketakutan, mereka berpegangan tangan erat sekali. Mereka sedih dan kesal, kenapa harus ada badai. Salah satu pengembara itu menulis di atas pasir : “Aku sedih, kenapa perjalanan ini harus ada badai dan kami kehabisan air.”

Setelah badai mereda, kedua pengembara itu melanjutkan perjalanannya. Dengan susah payah mereka mengumpulkan tenaga untuk berjalan menempuh gurun sementara mereka merasakan dahaga yang luar biasa.

Ditengah-tengah perjalanan, tiba-tiba mereka menemukan sebuah oase. Seperti suatu keajaiban karena oase itu sungguh ada dan bukan fatamorgana. Oase itu memang tidak terlalu besar, tapi airnya cukup banyak untuk mereka berdua. Kedua pengembara itu meminum air dari oase tersebut. Lalu, salah satu pengembara memahat di atas batu : “Terima kasih, karena kami sudah boleh minum air ini, sehingga kami merasa bahagia dan dapat melanjutkan perjalanan kami lagi.”

Teman si pengembara itu bertanya, “Hey, mengapa kau memahat di atas batu? Sedangkan tadi kau menulis di atas pasir?” dan dia pun menjawab, “Baiknya kau menulis kesedihan diatas pasir, karena apa yang kita tulis diatas pasir akan hilang terbawa angin. Biarlah kesedihan kita terbawa angin keikhlasan dan pergi bersama pasir ketulusan. Apa yang kupahat dibatu ini adalah kebahagiaan. Yang ditulis diatas batu akan abadi. Jadi, kenanglah setiap kebahagiaan yang kau dapat, dan lupakanlah semua kesedihanmu karena kesedihan tidak baik untuk terus diingat,” ujar pengembara itu.


'' Biarlah kesedihan kita terbawa angin keikhlasan dan pergi bersama pasir ketulusan.Yang ditulis diatas batu akan abadi. Jadi, kenanglah setiap kebahagiaan yang kau dapat, dan lupakanlah semua kesedihanmu karena kesedihan tidak baik untuk terus diingat”

All about us

All about us

Time feels gone away
Far from me and so far
And left me the story
All about you and me

There will no more
You smile here I will see
That can wipe all my pains
Here in my heart

There were many stories
Here about you and me
When we were together
Here some years ago

There was a nice moment
Here about you and me
When we were sad together
Even when we were happy

You remind me again
When we laughed here together
And you told me
Everything from your heart